Minggu, 02 Oktober 2011

perkenalan kita

*intro: Aku nulis postingan ini terinspirasi dari #15harimenulisdiblog yang dibikin sama @hurufkecil yang tema ke-#3 kali ini adalah perkenalan. Kebetulan aku suka nulis blog, jadi tambah semangat karena ada kegiatan ini, hehe. Tapi postingan ini lebih ke curhat pengalaman pribadi sih, bukan fiksi ato mini cerpen ato puisi kaya orang kebanyakan. Karena yang lagi kepikiran buat diposting cuma ini, hehe. Blog itu menurutku sarana yang baik untuk eksplorasi diri dan saling berbagi kisah. Mau orang suka ato ga dengan tulisan kita, buat aku ga masalah, yang penting kita udah mencoba berbagi dan menuangkan apa yang ada di pikiran kita. Setidaknya ada kepuasan tersendiri setelah menulis, minimal untuk diri sendiri :)

----***----

Hmm ada pepatah bilang, "tak kenal maka tak sayang." Bener juga sih kalo dipikir-pikir. Mana mungkin kita bisa sayang sama orang kalau ga kenal siapa dia. Yah, minimal kenal namanya lah, hehe.

Ngomongin perkenalan, jadi inget perkenalan aku sama laki-laki yang jadi pacar aku sekarang beberapa taun lalu. Sebenernya perkenalan kita bukan kenalan secara formal. Aku juga baru sadar kita ga pernah kenalan resmi saling jabat tangan terus nyebutin nama masing-masing. Kita sama-sama ada di angkatan dan kelas yang sama. Iya, aku sama dia itu temen kuliah di Administrasi Niaga (read: sekarang udah jadi Administrasi Bisnis) UNPAD 2007. Yaa kejadiannya ngalir gitu aja. Hari-hari awal kuliah justru aku belum tau dia itu siapa, karena mengingat satu kelas isinya lebih dari 100 orang, cuma beberapa nama aja yang baru kenal. Baru kenal dia itu semenjak outbound ospek jurusan. Emang bener ya, kalo ospek itu bisa saling mengakrabkan satu sama lain. Gara-gara itu, jadi kenal semua temen sekelas, jadi suka ngumpul bareng, ngobrol-ngobrol bareng. Apalagi namanya mahasiswa baru yang abis kelar diospek kan rasa kekeluargaannya masih kental sekali. Dari situlah aku baru tau dia, ooh namanya Rahman, rame juga anaknya kalo lagi ngumpul bareng. Eits, tapi jangan salah, setelah tau namanya pun aku sama sekali belum suka sama dia. Karena dulu aku masih punya pacar, dia pun begitu. Hubungan kita ya murni temenan dan ga terlalu deket-deket banget juga. Biasa aja selayaknya temen kampus yang punya temen pergaulan masing-masing, hahaa. 

Sampai suatu ketika seperti ada wabah putus cinta di kampus. Banyak temen-temen aku yang putus sama pacarnya. Dan hal itu juga dialami oleh aku dan dia. Tapi dia jauh lebih dulu putus dengan pacarnya dibanding aku. Bukan kebetulan. Bukan kesengajaan. Lebih karena keadaan yang udah sangat ga nyaman sih kalo aku waktu itu, jadi untuk apa dilanjutin. Setelah sama-sama sendiripun aku dan dia masih sama-sama biasa aja. Berinteraksi seperlunya selayaknya teman biasa. Ga ada rasa apa-apa. Aku pun masih sedikit malas untuk pacaran lagi. Menikmati waktu menjadi jomblo itu enak juga ternyata, meskipun ada sesuatu yang hilang tapi merasa bebas. 

Beberapa bulan setelah itu, aku ikut dalam kepanitiaan acara kompetisi futsal yang diadakan himpunan jurusanku. Namanya mahasiswa baru kaya aku yang senang beraktivitas selain kuliah di kampus, otomatis semua acara himpunan selalu berusaha berpartisipasi. Selain karena emang suka nyoba banyak kegiatan, sayang aja jauh-jauh ke Jatinangor hanya untuk kuliah, mengingat perjalanan Bandung (rumahku) - Jatinangor ga sebentar dan ga dekat. Banyak juga teman-teman sekelasku yang menjadi panitia di acara itu, termasuk dia. Nah dari situlah awalnya..

Ga tau gimana awalnya, sejak ada event itu hubungan kita jadi makin dekat. Terjadi gitu aja tanpa direncanakan. Terlebih lagi karena kita sama-sama orang Bandung, dimana lama-kelamaan teman-teman main aku dan teman-teman main dia menjadi kumpulan teman sepermainan. Yang lucunya, pertama kali kita sms-an itu karena keisengan temanku. Teman-temanku dan dia iseng nyembunyiin sepatu teman aku yg lain, sebut aja J. Aku sama sekali ga ikut-ikutan nyembunyiin sepatu. Setelah pulang dari IEDUC (waktu itu kami kuliah bahasa inggris bisnis disana), aku dan teman-teman pergi makan lalu ke pusat elektronik di kotaku. Pada saat disana, J mengirim sms menanyakan dimana sepatunya, dia bilang sepatunya belum ditemukan. Aku dan teman-teman langsung bingung dan mengingat-ingat kejadian penyembunyian sepatu di IEDUC. Teman-temanku merasa sepatunya sudah ditemukan. Salah satu temanku meminjam hp ku untuk mengirim sms ke dia (Rahman), karena dia ikut menyembunyikan sepatu dan dia tidak ikut bersama kami ke pusat elektronik. Kemudian dia membalas sms tadi. Ternyata sms sepatu tadi berlanjut hingga malam. Aku dan dia terus saling berbalas sms. Dari situlah mulai intensif komunikasi antara kita, sampai akhirnya kita sepakat untuk memberi kesempatan menjalani hubungan setelah malam inaugurasi (makrab) angkatan kami. Dan setelah kita semakin dekat, aku baru tahu kalau dia sebenarnya sudah tau sepatu J sudah ditemukan. Dia tau bahwa J sedang menjaili aku dan teman-temanku. Dia juga menyangka memang aku yang mengirim sms dia lebih dulu, padahal itu ketikan temanku karena meminjam hp ku untuk menghubungi dia. Tapi justru karena insiden sepatu itu kami jadi dekat haha lucu. Jadi inget, dulu aku pernah bilang sama salah satu sahabat aku di kampus, kalo aku punya pacar lagi pengen yang satu kampus dan rumahnya kalo bisa searah sama aku ga terlalu jauh biar sering ketemu. Eh, alhamdulillah kesampean, hehe.

Perkenalan aku dan dia mungkin ga seberapa dan bukan secara formal tapi aku bersyukur bisa mengenal dia lebih dekat sampai sekarang. Orang yang sama sekali ga pernah terlintas sebelumnya untuk ada di sampingku. Yang sebelum aku tau namanya masih kulihat digandeng gadis berjilbab di mall (hanya tau mukanya kalau dia teman kelasku pada awal kuliah).  Yang gayanya santai terkesan cuek tapi ternyata punya pemikiran matang ke depan. Yang jauh dari romantis tapi kalo udah ngomong serius bikin aku senyam senyum sendiri. Yang ternyata memiliki banyak sifat yang bertolakbelakang denganku tapi justru mungkin karena itulah kami saling melengkapi satu sama lain. Dan yang paling penting, dia bisa membuat aku merasa nyaman dan aman di dekatnya dan membuat aku selalu menjadi diri sendiri di depan dia tanpa takut dia merasa ilfil ato ga. Itu yang paling aku butuhin.

41 bulan sejak April 2008 aku dan dia berdampingan. Akan berujung dimana hubungan kita nanti? Serahkan pada Allah SWT, karena panjang jodoh dan siapa jodoh kita sebenarnya hanya Dia yang tahu :)

Cheers, fasci.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar